Uji kompetensi? Siapa takut..!!!!

27 Feb 2017 19:58:17
dilihat : 453 kali

Praktek keperawatan merupakan inti dari berbagai kegiatan dalam penyelenggaraan upaya kesehatan yang terus menerus ditingkatkan mutunya melalui registrasi, sertifikasi, akreditasi, pendidikan dan pelatihan berkelanjutan serta pemantauan terhadap tenaga keperawatan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Uji kompetensi (Ujikom) bagi perawat baru lulus merupakan suatu proses untuk mengukur pengetahuan, keterampilan, dan sikap sesuai dengan standar profesi guna memberikan jaminan bahwa mereka mampu melaksanakan peran profesinya secara aman dan efektif di masyarakat.
Dengan terbitnya Peraturan Menteri Kesehatan No.1796/2011 tentang Registrasi tenaga kesehatan yang mewajibkan ujikom sebagai syarat untuk registrasi bagi tenaga kesehatan, dimana untuk saat ini yang disepakati baru ujian tulis dengan program Computer Based Test (CBT). Berdasarkan pengalaman mengikuti kegiatan item review ataupun item development, secara umum soal-soal yang disajikan memiliki tingkat kesulitan yang tinggi, dalam menjawab soal-soal tersebut mahasiswa harus memiliki pemikiran kritis. 
ujikom sebagai proses standarisasi kompetensi lulusan menjadi sangat penting karena beberapa alasan, diantaranya untuk meningkatkan kompleksitas pelayanan kesehatan dan teknologi kesehatan serta tuntutan masyarakat, meningkatkan jumlah dan jenis tenaga kesehatan dari berbagai level serta kebutuhan akan keseragaman (Equaty) mutu dan pelayanan kesehatan bagi semua lapisan masyarakat. 
Dalam menyikapi hal tersebut, STIKes Bina Putera Banjar mengadakan program khusus melalui metode belajar Focus Group Discusion (FGD) untuk para lulusan Ners Angkatan ke-11 sebagai upaya dalam meningkatkan persentasi kelulusan ujikom yang akan dilaksanakan pada tanggal 01 April 2017 mendatang. Kegiatan pemadatan sudah dilakukan sejak 3 minggu yang lalu dengan pertemuan minimal 2-3 kali perminggu dan akan terus dilaksanakan sampai dengan minggu ke-4 bulan Maret. Sebenarnya persiapan menghadapi ujikom sudah dimulai sejak masa kuliah melalui evaluasi akhir perdepartemen atau istilah prodi IKP ujikom departemen. Disini mahasiswa diberikan test tulis dengan jumlah soal minimal 75 soal yang sudah tersaji dalam bentuk-bentuk soal ujikom. Soal-soal tersebut diambil dari beberapa kasus nyata terjadi selama mahasiswa mengikuti praktek klinik ataupun komunitas di masyarakat. 
Dalam kegiatan pemadatan tersebut, mahasiswa diberikan tips dan strategi menjawab soal diantaranya: cara memahami soal, latihan membaca soal (skimming & scanning) untuk membantu menentukan key words, berfikir realistis, penelaahan jawaban yang diperkirakan benar tetapi salah, pengabaian jawaban yang jelas-jelas salah atau tidak relevan dengan soal, pemfocusan informasi, penggunaan logika. Selain kesiapan fisik mahasiswa juga dibekali strategi secara mental melalui penguatan tingkat percaya diri, strategi coping positif dan tentunya bimbingan doa. Manusia hanya bisa berusaha, Tuhan jugalah yang menentukan. Tapi yakinlah bahwa hasil tidak akan menghianati proses. So buat Ners angkatan 11 tetap semangat ya... sabisa bisa kudu bisa pasti bisa lulus ujikom. Aamiin...

By Aneng Yuningsih, M.Kep